Sejarah Singkat Mengenai Syekh Abdul Qodir Jaelani

Syekh Abdul Qodir Jaelani merupakan salah satu ulama sufi yang sangat terkenal dan sangat dihormati. Beliau sendiri sudah meninggal lebih dari 8 abad, namun nama dan juga tauladannya masih diingat dengan jelas bagi umat Muslim di dunia. Bagi Anda yang ingin mengetahui biografi beliau secara lebih lengkap, simak ulasan kali ini. Nama lengkapnya yaitu Muhy al-Din Abu Muhammad Abdul Qodir ibn Abi Shalih Zango Dost al-Jaelani. Beliau memang terkenal dengan nama Abdul Qodir Jaelani atau Abdul Qodir al-Jaelani. Beliau lahir pada tahun 470H/1077M dan meninggal pada tahun 561H/1166M.

Syekh Abdul Qodir Jaelani lahir dari ibu yang bernama Ummul Khair, saat mengandung ternyata ibunya baru berusia 16 tahun. Sejak kecil beliau sudah dididik oleh orang tuanya mengenai agama Islam. Didukung lingkungan keluarganya yang kemudian membuatnya memiliki kekuatan batin dan mulai mengaji sejak berumur 10 tahun. Pada usianya yang baru menginjak 5 tahun, beliau sudah dikirim ke madrasah. Beliau menerima pendidikan di madrasah tersebut hingga berumur 10 tahun, beliau mengalami banyak kejadian luar biasa. Beliau sering melihat sosok yang bercahaya yang memberinya jalan ketika beliau akan memasuki madrasah.

Di usianya yang baru menginjak 18 tahun, beliau meminta izin dari sang ibu untuk menuntut ilmu di Baghdad. Walaupun sang ibu melepas dengan air mata, akan tetapi ibu beliau ikhlas karena tujuan beliau adalah untuk menuntut ilmu dan menuju Allah SWT. Saat itu Baghdad merupakan tempat berkumpulnya para ulama besar. Perjalanan beliau menuju Baghdad tak lantas lancar tanpa hambatan. Beliau bahkan harus tinggal di pinggiran sungai selama 7 tahun dan hanya memakan daun-daunan tertentu. Waktu itu beliau memang dihadang dan tidak diizinkan masuk Baghdad sampai 7 tahun ke depan.

Hingga suatu hari Syekh Abdul Qodir Jaelani akhirnya diizinkan masuk Baghdad. Beliau akhirnya menerima latihan spiritual yang diberikan oleh 2 sufi terbesar saat itu. Diantaranya yaitu Syekh Sayyid Abu al-Khair Hammad bin Muslim ad-Dabbas dan juga Syekh Qadhi Abu Sa’id Mubarak al-Makhzumi. Setelah tinggal di Baghdad beberapa waktu, kemudian beliau mengikuti pendidikan di pusat pendidikan dan ilmu yang tersohor. Ada banyak guru yang memberikan pendidikan mengenai agama Islam kepada beliau. Beliau sendiri menuntut ilmu secara ikhlas dan juga bersungguh-sungguh, tidak heran jika menjadi murid istimewa bagi guru-gurunya.

Syekh Abdul Qodir Jaelani menerima berbagai pendidikan dari guru-guru yang berbeda. Ilmu yang beliau peroleh diantaranya yaitu ilmu Tafsir, Qira’at, Hadits, Syari’at, Fiqih dan Tarekat. Pada zamannya, disebutkan bahwa tidak ada yang lebih saleh dan lebih faqih dibanding beliau. Semasa hidupnya, beliau dikenal sebagai pribadi yang teguh dan juga berprinsip. Sepanjang hidupnya hanya dihabiskan untuk menuntut ilmu. Tidak heran jika beliau mengalami banyak pengalaman spiritual yang sangat luar biasa. Beliau meninggal karena penyakit, semakin hari kondisi kesehatannya terus menurun.

Saat beliau sedang sakit parah, anak-anak beliau datang dan mengajukan beberapa pertanyaan. Beliau menjawabnya dengan bijak dan berpegang teguh pada ajaran Islam yang sudah beliau pelajari selama hidupnya. Beliau menyebutkan bahwa tubuhnya terasa begitu sakit, namun tidak dengan hatinya. Beliau juga memberikan nasihat untuk putra-putranya agar senantiasa menyembah dan meminta tolong hanya kepada Allah SWT. Walaupun sudah meninggal berabad-abad lamanya, beliau masih dikenang di hati pada pengikutnya hingga sekarang. Tentunya berkat tauladan yang baik dari Syekh Abdul Qodir Jaelani semasa hidupnya.

Deskripsi: Syekh Abdul Qodir Jaelani adalah ulama sufi yang sangat dihormati karena tauladannya. Beliau menghabiskan hidupnya untuk menuntut ilmu dalam ajaran agama Islam.

Tinggalkan komentar