Kisah Nabi Daud dan Raja Bani Israil

Kisah Nabi Daud menjadi salah satu yang menarik karena berkaitan dengan Bani Israil. Daud dianggap sebagai bapak Bani Israil sebagai cikal bakal dari bangsa Yahudi sekarang. Perbedaannya, Bani Israil yang diperintah Daud menyembah Allah SWT. Sementara itu, bangsa Yahudi sekarang mengingkari Allah SWT. Diketahui bahwa Daud bin Yisha merupakan keturunan ketiga belas dari Nabi Ibrahim. Beliau bermukim di kota Bethlehem bersama ayah dan semua saudaranya. Pada suatu ketika, Daud ikut berperang dengan Bani Israil yang dipimpin oleh Raja Thalout. Mereka melawan pasukan bangsa Palestin yang dipimpin Raja Jalout. Daud melihat bahwa pasukan Bani Israil tidak optimis saat akan melawan pasukan Jalout. Mereka terkesan takut dengan teriakan-teriakan dari pasukan Jalout yang terdengar sangat keras.

Pada saat itu, Raja Jalout menantang satu lawan satu dari pasukan Bani Israil yang berani. Mendengar tantangan tersebut, Daud segera maju untuk berduel dengan Raja Jalout. Di luar dugaan, Daud berhasil mengalahkan sekaligus membunuh Raja Jalout. Atas prestasinya tersebut, Daud dijadikan menantu oleh Raja Thalout dinikahkan dengan putrinya yang bernama Mikyal. Mulai itulah, kisah Nabi Daud dimulai dalam memimpin Bani Israil. Daud diangkat menjadi penasehat dan orang kepercayaan Raja Thalout. Setiap hari Daud disanjung dan dipuja sebagai pahlawan Bani Israil, terutama oleh rakyat Bani Israil sendiri yang mengeluk-elukkannya.

Melihat situasi dan kondisi semacam itu, Thalout khawatir tahta kerajaannya dapat diambil sewaktu-waktu oleh Daud. Oleh karena itu, Thalout berencana untuk membunuh Daud dengan akal liciknya. Dia menugaskan Daud untuk memimpin pasukan untuk melawan bangsa Kan’aan. Daud sebenarnya sudah mengetahui niat jahat dari Raja Thalout, tetapi dia tidak dapat menolaknya dan menerima dengan gagah berani tugas berperang tersebut. Atas izin Allah SWT, pasukan yang dipimpin Daud berhasil memenangkan peperangan tersebut. Selanjutnya, Daud kembali dengan wajah kemenangan dan semakin dieluk-elukkan oleh penduduk Bani Israil. Sementara itu, Thalout semakin ditinggalkan simpati rakyatnya. Dia sadar bahwa kekuasaannya terganggu oleh kehadiran Daud. Mau tidak mau, dia bersama pasukannya yang masih loyal merencanakan pembunuhan kepada Daud.

Thalout terus mengejar Daud beserta pengikutnya hingga keluar kota. Dalam masa pengejaran tersebut, Thalout merenung bahwa dirinya salah dan sudah terpengaruh bujukan iblis untuk membunuh Daud. Akhirnya, Thalout memutuskan untuk berhenti mengejar dan ingin membunuh Daud. Thalout meninggalkan semua kekuasaan dan segala kemewahan yang disandangnya selama ini. Dikarenakan Thalout sudah mengundurkan diri maka rakyat Bani Israil memutuskan untuk mengangkat Daud menjadi Raja berikutnya. Setelah diangkat menjadi raja, Nabi Daud semakin gencar mesyiarkan ke-Esaan Allah. Beberapa karunia yang diberikan oleh Allah SWT kepada Nabi Daud, yaitu sebagai berikut.

  1. Nabi Daud dikarunia kesempurnaan ilmu, amal perbuatan baik, serta kebijaksanaan sebagai nabi sekaligus rasul.
  2. Nabi Daud diberikan kitab Zabur. Sebuah kitab suci yang berisi sajak-sajak dan sejenisnya terkandung tasbih-tasbih sekaligus pujian-pujian kepada Allah SWT. Selain itu, kitab Zabur juga menceritakan umat-umat terdahulu serta berita datangnya Nabi Muhammad SAW sebagai rasul penutup akhir zaman.
  3. Setiap Nabi Daud bertasbih di pagi dan senja, Allah memerintahkan gunung-gunung dan segala isinya untuk tunduk dan ikut bertasbih.
  4. Nabi Daud memiliki kekuatan dapat melunakkan besi dengan mudah memakai tangan kosong. Dengan begitu, beliau dapat membuat baju besi dan peralatan perang dengan cepat.

Nabi Daud dijadikan Raja Bani Israil sebagai kaum yang kuat dan tidak terkalahkan di muka bumi. Hal itu dikarenakan setiap pertempuran selalu dimenangkan oleh mereka dengan dipimpin oleh Nabi Daud. Demikianlah akhir dari kisah Nabi Daud, semoga bermanfaat.

Description: Kisah Nabi Daud yang menjadi Raja Bani Israil yang hebat dan tak terkalahkan. Semua karunia itu atas pemberian Allah SWT agar Nabi Daud dapat menyebarluaskan ilmu ketauhidan.

Tinggalkan komentar